Tujuan Proyek
- Mempermudah akses layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas medis
- Meningkatkan efisiensi proses booking dan konsultasi dokter
- Menyediakan ekosistem terpadu antara layanan konsultasi dan pembelian produk kesehatan
Design Thinking Process
1. Empathize – Memahami Pengguna
Tujuan
Mendalami kebutuhan, perilaku, dan pain points pengguna dalam menggunakan layanan kesehatan digital.
Aktivitas
- Wawancara pengguna
Melibatkan 5 pengguna berusia 25–40 tahun, terdiri dari pengguna aktif aplikasi kesehatan dan pengguna pemula. - Survei online
Mengumpulkan data kuantitatif terkait kebiasaan booking dokter dan pembelian produk kesehatan secara digital. - Studi kompetitor
Analisis aplikasi serupa seperti Halodoc dan Alodokter untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari perspektif pengguna.
Temuan Utama
- Pengguna merasa frustrasi karena proses booking yang lambat dan tidak transparan.
- Pengguna menginginkan layanan cepat, terpadu, dan minim friksi, termasuk tanpa login berulang.
- Chat dengan dokter lebih diminati dibanding video call karena lebih fleksibel dan tidak bergantung pada kondisi lingkungan.
2. Define – Menentukan Masalah
Tujuan
Merumuskan masalah utama yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna.
Problem Statement
“Pengguna membutuhkan cara yang cepat dan mudah untuk mengakses layanan kesehatan jarak jauh tanpa harus antre atau menunggu lama untuk konsultasi.”
Insight Kunci
- Pengguna menginginkan konsultasi instan tanpa harus memilih dokter secara manual.
- Banyak pengguna kesulitan melacak status order dan pembayaran.
- Fitur home service pada aplikasi kompetitor kurang terlihat dan jarang digunakan.
3. Ideate – Menghasilkan Solusi
Tujuan
Menghasilkan solusi yang relevan berdasarkan masalah dan insight pengguna.
Proses
Melalui workshop internal dan sesi brainstorming, dihasilkan beberapa ide utama:
- Chat instan dengan dokter yang sedang online
- Dashboard personalisasi berisi riwayat konsultasi dan status order
- Integrasi marketplace dengan rekomendasi produk dari dokter
- Notifikasi real-time untuk status pembayaran dan pengingat konsultasi
- Booking home service langsung dari halaman utama
Prioritas Fitur (Final)
- Chat Dokter & Video Call Dokter
- Marketplace Produk Kesehatan
- Order Tracking & Riwayat Transaksi
4. Prototype – Membangun Solusi
Tujuan
Memvisualisasikan solusi untuk memvalidasi konsep dan alur pengguna.
Aktivitas
- Menyusun user flow untuk 3 skenario utama:
- Booking konsultasi dokter
- Pembelian produk kesehatan
- Pelacakan status order
- Membuat low-fidelity wireframe menggunakan Whimsical
- Mengembangkan high-fidelity UI di Figma dengan design system konsisten
Design Direction
- Warna utama: Biru (melambangkan kesehatan, kepercayaan, dan profesionalisme)
- Tipografi: Modern, bersih, dan mudah dibaca
- Gaya desain: Minimalis, mobile-first, dan user-friendly
Output
- Prototype interaktif (Figma)
- Design System sederhana (button, form, icon, alert, dll.)
5. Test – Validasi dengan Pengguna
Tujuan
Mengukur kemudahan penggunaan dan efektivitas solusi yang dirancang.
Metode
Usability Testing dengan 5 pengguna target menggunakan skenario:
- Booking dokter melalui chat
- Membeli produk kesehatan
- Mengecek status pemesanan
Hasil & Feedback
Menampilkan status pembayaran langsung di dashboard
Aplikasi dinilai intuitif dan mudah digunakan
Fitur paling disukai:
Chat Dokter
Notifikasi status order
Saran perbaikan:
Menambahkan halaman Riwayat Konsultasi


Leave a Reply